Rabu, 12 April 2017

PROFESIONALISME CHEF

Menurut beberapa sumber yang didapatkan, profesionalisme adalah sifat-sifat (kemampuan, kemahiran, cara pelaksanaan sesuatu dan lain-lain) sebagaimana yang sewajarnya ter-dapat pada atau dilakukan oleh seorang profesional. Profesionalisme berasal daripada profesion yang bermakna berhubungan dengan profesi dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, (KBBI, 1994). Jadi, profesionalisme adalah tingkah laku, kepakaran atau kualiti dari seseorang yang profesional (Longman, 1987) sementara seorang profesional adalah seseorang yang menawarkan jasa atau layanan sesuai dengan protokol dan peraturan dalam bidang yang dijalaninya dan menerima gaji sebagai upah atas jasanya.
Orang tersebut juga merupakan anggota suatu entitas atau organisasi yang didirikan seusai dengan hukum di sebuah negara atau wilayah. Meskipun begitu, seringkali seseorang yang merupakan ahli dalam suatu bidang juga disebut “profesional” dalam bidangnya meskipun bukan merupakan anggota sebuah entitas yang didirikan dengan sah.
Seorang professional Chef pastinya memiliki keahlian tinggi dalam memasak, dan bukan hanya itu saja, namun tercermin dari sikap dan perilaku dia dalam memasak atau memperlakukan bahan bahan untuk membuat masakan. Seorang chef harus higienis, rapi, menggunakan seragam dan peralatan yang tepat sebelum membuat masakan. Mereka harus bisa menjadi role model atau panutan bagi bawahannya. Seorang professional chef harus memerhatikan hal-hal seperti dibawah ini :
  • ·      Memasak dengan cepat, gesit dan rapi. Seorang koki harus memiliki kecepatan dalam memasak, namun kecepatan tersebut juga harus diimbangi dengan hasil yang maksimal.
  • · Tidak menggunakan bahan dengan kualitas rendah. Kualitas bahan yang digunakan mempengaruhi kualitas masakan yang dibuat, seorang koki tidak boleh menggunakan bahan berkualitas rendah karena akan membuat rasa serta kualitas masakan tersebut menjadi buruk sehingga konsumen atau penikmat masakan tersebut merasa dirugikan.
  • ·  Tidak menggunakan alas yang buruk untuk masakan. Alas atau tempat yang digunakan koki untuk memasak ataupun untuk menyajikan hidangan harus berkualitas tinggi selain untuk menjaga kebersihan masakan juga untuk membuat hasil masakan menjadi lebih maksimal.
  • ·   Tahu teknik masak. Dengan adanya teknik memasak yang dimiliki seorang koki, hasil masakan akan menjadi lebih maksimal baik rasa maupun kebersihannya. Selain itu, dengan menggunakan teknik memasak hidangan akan lebih cepat dibuat.
  • ·   Memeperhatikan kebersihan masakan. Sebuah masakan tidak cukup hanya memiliki rasa enak. Selain rasa enak yang dimiliki, sebuah masakan juga harus mengedepankan unsur kebersihan, karena tanpa adanya kebersihan pada sebuah masakan, masakan tersebut hanya akan menjadi sumber penyakit pada orang yang menikmatinya.
  • ·     Estetika yaitu keindahan yang berkaitan dengan penampilan hidangan yang tersaji yang didasari oleh kreativitas juru masak. Setiap koki memiliki kreativias sendiri dalam  menyajikan hidangannya. Dalam menyajikan hidangannya seorang koki harus memperhatikan unsur keindahan agar hidangan tersebut terkesan profesional dan enak untuk dilihat.
Sumber : 
ejournal.upi.edu/index.php/SosioReligi/article/download/5624/3817


Tidak ada komentar:

Posting Komentar